Hello readers!
Setelah sekian abad gak pernah nulis blog (tumblr/wordpress), Finally punya mood juga buat nulis lagi :) sebenernya karena saya sibuk (re:malas) beberapa bulan terakhir ini. Jadi setiap mau nulis ada ajah gitu halangannya (hah! alasan).
Jadi mari kita mulai saja cerita "Tentang Mencari Nafkah" yang ku tuliskan di judul. Tanggal 15 Des '15 saya diundang untuk hadir interview user di salah satu perusahaan yang memproduksi sepatu sepak bola. Saat itu adalah interview kedua saya setelah sebelumnya melaksanakan psikotest dan interview HRD. Sebelumnya juga saya sempat psikotest dan interview di salah satu perusahaan kopi. Namun ya, sepertinya nasib baik belum ada di pihak saya, soon inshaAllaah biidznillah.
Seperti biasanya selesai interview segala keputusannya saya kembalikan dan pasrahkan pada yang punya kuasa. Rutinitas saya kembali normal yaitu berjualan online. Ya, semenjak diwisuda dan dinyatakan telah lulus, saya sedikit kebingungan karena saya tidak punya banyak kegiatan. Yang saya lakukan saat itu adalah mendowload film sebanyak mungkin, menontonnya dari saya bangun tidur hingga tidur lagi. Useless bukan? Memang :) haha. Saya berpikir bagaimana caranya saya bisa tetap punya penghasilan sementara saya belum bekerja. The power of kepepet otak bekerja lebih keras dan lebih tangkas dari biasanya. Saya mencari berbagai peluang, kesempatan dan dana umum *ets ini bukan lagi main monopoli ya, Ve ckck. Akhirnya saya putuskan menjadi seorang pedagang. Yeah, bahasa kerennya Entrepreneur.
Tunggu dulu, tapi semua dagang kan butuh modal. Nah, pertanyaan nya kamu punya uang berapa buat modal bisnis? seketika tembok harapan yang awalnya sudah kokoh, begitu saja runtuh. Saya bergumam dalam hati, atuh kumaha pengen bunya bisnis tapi enggak punya modal? dan muncul lah pertanyaan kedua, kalopun ada modal apakah akan cepat balik modalnya? kalo laku, nah kalo enggak? semua pertanyaan-pertanyaan negatif segera saya singkirkan dari otak. Saya memotivasi diri saya dengan kalimat-kalimat tangkasnya Pak Mario, ya enggaklah. Saya memotivasi dengan janji Allaah bahwa "setelah kesukaran akan ada kemudahan" saya yakin bahwa ikhtiar lah point yang paling penting yang saat ini harus saya lakukan. Sekali lagi, Allaah lah yang menentukan hasilnya :)
And then saya kebingungan, harus dagang apa? yang terlintas sih waktu itu pengen jualan kerudung. Tapi teman sepermainan yang notabenenya sama-sama pencari kerja pun punya bisnis berjualan kerudung. Hvft oke kerudung (blacklist). Belakangan ini saya sadar kalo teman-teman saya begitu menggilai lip cream (lipstick), saya segera browsing toko-toko yang menjual lipstick. Dan akhirnya saya memutuskan akan berjualan lipstick dengan sistem PO karena apa mau dikata, saya tidak memiliki modal :') tapi dengan resiko double ongkir + saya menjual dengan harga yg mahal. Kemudian saya membaca term&condition untuk reseller, dan ada istilah baru yang ku kenal yaitu "dropship" ya berjualan tanpa keluar modal. Jadi dropship ini adalah semacam reseller juga, tugasnya cuma cari customer kemudian order dan pihak agen akan mengirimkan ke customer atas nama toko kita. Duh happy banget rasanya pas baca ini :") rasa percaya diri kembali datang dan saya jadi semangat untuk berdagang. Walaupun berasa banget capeknya bikin katalog, hadepin customer yang rewel, hadepin customer yang pi eij pi alias PHP, tapi semuanya terbayar saat baca testimoni customer yang puas dengan pelayanan saya. Aaah happy :'D
Allaah maha kaya, gak perlu takut kekurangan asal ikhtiar dan doa yang sungguh-sungguh. Alhamdulillah saya mulai berdagang satu minggu setelah saya wisuda, dan sejak saat itu juga saya tidak pernah minta uang ibu bapak, at least its enough untuk kebutuhan diri sendiri, dan bisa sedikit bantu bapak ibu bayar tv kabel di rumah hehe lumayan lah ya. Dan semua ini yang mengakibatkan saya jadi males cari kerja haha maapin Eve ya Allaah. Pengen kerja tapi malas apply-apply lowongan, cari info lowongan dan datang ke job fair. Huh! Dekatkan rejeki pekerjaan Eve ya Allah :') saya sudah lelah interview sana-sini, ditolak sana-sini. Lelah hayati *korban film.
Read More