Saturday, 25 March 2017

Tamu yang tak pernah hadir

Dari awal seharusnya aku mengerti bahwa bermain dengan hati beresiko tersakiti.
Dari awal seharusnya aku tahu bahwa sosok mu berpotensi membuat ku jatuh hati.
Dari awal seharusnya aku sadar bahwa kamu adalah tamu yang tidak pernah hadir. 
Share:
Read More

Tuesday, 14 March 2017

,

Bermain sama Hanan

Hari itu saya di amanati Ibunya Mas sekantong shopping bag yang isinya peyek. Emang sih keliatannya cuma peyek, sepele banget gitu. Padahal Mas bisa beli di Cilegon kalo dia mau. Tapi ini bukan tentang peyek melainkan tentang kasih sayang, perhatian dan kepedulian Ibu terhadap anaknya. Ibu tau banget kalo Mas hobinya makan. Ups Hehe

"Hati-hati ya Neng, jangan sampai ancur. Ibu titip ya buat Masjo (bukan nama sebenarnya)" ucap Ibu yang lebih khawatir sama peyek dibanding saya. HAHA. Enggggg... Emang situ siapa? Ehem. Jadi Masjo ini kawan saya sewaktu kuliah di Cilegon, berasal dari Cikarang dan kini terpaksa harus menetap di kota baja karena setelah lulus kuliah, ditakdirkan mengais rezeki di sini. 

Karena peyek sudah di tangan dan harus sampai kepada yang berhak, maka beberapa hari setalah hari itu, saya menuju kota Cilegon. Sampai disana, Masjo mengajak saya menonton pertandingan futsal antar pabrik se-Cilegon. Awalnya saya menolak karena beberapa alasan. Pertama, saya tidak begitu suka futsal (gak ngerti kali. ehehe) kecuali pertandingan angkatan atau sejenisnya lah, kedua disana pasti gak banyak yang saya kenal, dan ketiga takut salah kostum haha. Ternyata kostum saya gak salah-salah amat, karena banyak Istri-istri karyawan tempat Mas kerja yang gamisan kayak saya. Alhamdulillah tenang.

Saat kami tiba dilapangan, tim pabrik Masjo sedang bertanding. Semua supporter serius menyaksikan pertandingan. Saya? clingak-clinguk alias tengok kanan-kiri mencari wajah yang saya kenal. Ini bukan kali pertamanya Masjo mengajak saya bergabung dengan teman sekantornya. Beberapa bulan silam kami pernah ngemall bareng, tapi yang muda-muda ajah sih.

"Teh... ateh..." kata seorang anak laki-laki yang usianya kira-kira 2tahun. Sambil menepuk-nepuk pundak ku. 
"Hallo sayang, nama kamu siapa?" balas saya, yang selalu sok ramah kalau ada anak-anak.
"Anan teh.." (Hanan Tante) ucap Uminya Hanan yang ternyata daritadi menyaksikan tingkah anaknya.

"Hanan aktif banget Mba anaknya, Khawatir saya. Suka mau-an ajah kalo di ajak orang" kata Umi Hanan. Padahal kita belum berkenalan, tapi Umi Hanan ini satu tipe sama saya kayaknya wkwk. Suka cerita mendetail even sama orang yang baru kita kenal. Akhirnya obrolan berlanjut panjang, dari mulai cerita melahirkan kedua anaknya secara prematur, merawat anaknya, dan sampai kepada senam hamil wkwk. Gapapah namanya juga ilmu. Sambil mendengar ceritanya, saya mengajak Hanan bermain. Hitung-hitung bantu jagain Hanan. Karena ternyata Umi Hanan sedang hamil muda usia 6w, padahal adik Hanan usianya baru 5 bulan :') kebayang dong repotnya. 

"Anak adalah rezeki, berkah dan anugerah dari Allaah. Saya kosong 8 bulan Mba, sedih banget waktu itu. Apalagi yang kosong sampe hitungan tahun. Makanya saya bersyukur banget. 2 anak saya meskipun saat lahir prematur beratnya cuma 1,6kg dan perjuangan mereka saat itu hidup dan mati, tapi alhamdulillah Allaah izinkan mereka tumbuh sehat sampai saat ini" ucap Umi Hanan yang membuat saya mengagumi cara kerja Allaah. Apapun gak ada yang mustahil kalo Allaah udah berkehendak.

.................

Bermain sama Hanan alias sama anak yang aktif menuntut kita untuk ekstra sabar. Selain itu harus juga kreatif supaya anak tidak bosan. Waktu itu Hanan merengek minta digendong. Semenit dua menit sih saya kuat. Lima menit kemudian, errr... tunggu tulang saya kayak bunyi-bunyi nih haha. Akhirnya muncul ide cemerlang, melihat botol aqua kosong saya ajak Hanan bermain dengan media botol. Layaknya sedang menyaksikan pertandingan di stadion, saya sulap botol aqua menjadi balon tepuk, yang biasa digunakan oleh supporter untuk menciptakan suara bising agar membangkitkan semangat pemain.

Hanan antusias banget main balon tepuk dari botol aqua kosong. Dalam hati saya "lumayan deh, bisa istirahat bentar". Belum habis pertandingan ternyata Hanan sudah bosan main balon tepuk. Hanan mengajak saya bernyanyi dengan menabuh-nabuhkan botol kosong tadi yang dianggapnya sebagai alat musik. Setelah bernyanyi 4-5 lagu Hanan berlarian dan membuat saya kerepotan. Akhirnya muncul lagi ide buat main "bowling" pake botol aqua yang di jejerin. Hanan asik banget mainnya, sampai beberapa kali manggil Masjo supaya lihat dia main.

"O..om.. om cini iat" (om sini liat)  kata Hanan ke Masjo, padahal Masjo lagi serius menyaksikan pertandingan.
"Emang Hanan kenal itu Om siapa?" kata Umi Hanan sambil tertawa melihat tingkah anak pertamanya itu.

"Priit.. Pritt" Peluit menandakan pertandingan selesai, dan dimenangkan oleh Pabriknya Masjo. Horeeeey!!

Hanan masih asik main. Tiba-tiba muncul suara-suara yang sepertinya aku kenal. "Wiiih, Jo udah cocok itu. Mbaev keibuan bangeet" kata salah seorang teman Masjo, yang ternyata saya kenal juga. Saya balas tertawa saja, bingung juga sih mau menanggapi apa? dan selang beberapa menit adzan dzuhur, Masjo mengajak saya sholat dan "bowling" adalah permain terakhir saya dengan Hanan.

Capek sih, tapi banyak belajar jadinya. Terutama belajar sabar menghadapi anak-anak. Sebelum sabar menghadapi anak sendiri, mesti sabar dulu sama keponakan sendiri. Haha. Maafin bibilyn ya El, suka gak sabar kalo El gakmau makan, apalagi kalo El ngambek minta susu dan gak sabar. Padahal bayi mana yang udah ngerti sabar kalo bukan orang sekitarnya dulu yang sabar dan mengajarkan sabar.
Share:
Read More

Friday, 27 January 2017

Rindu Indonesia Damai

Ada yang sedang rindu Indonesia damai?
Iya, sama. Saya juga.

Kali ini bukan mau bahas politik, apalagi pilgub Jakarta. Karena saya enggak milih paslon 1,2 atau pun 3 yang lagi ramai dan heboh dibicarakan netizen. Bukan karena saya netral, Eum bukan. Karena saya warga Tangerang jadinya saya enggak ikut pilgub DKI. Ehe Ehe.

Indonesia lagi memanas belakangan ini, bukan karena cuacanya tapi keadaannya. Jika boleh di spesifikan lagi, Umat Muslim Indonesia yang lagi sensitive berat. Kalo kata anak gaul masa kini sih "Senggol bacok" berani nyenggol dikit harus siap jadi sensasi, siap nerima komentar netizen yang pedasnya macam gado-gado karet 2, dan siap jadi seleb di akun hosyip paling hitz se-Instagram yaitu @lambe_turah wkwk. Oops, tenang saya bukan followers nya kok, tapi kadang suka muncul tiba-tiba di explore Instagram saya. (pembelaan)

Kembali ke judul, rasanya gak perlu saya jelaskan, semua warga NKRI pasti merasakan kalo sekarang Indonesia emang lagi gak damai. (Eh, maksudnya bukan perang gitu. Tapi lebih ke kerukunan gitu lah pokoknya.) Entah ini perasaan saya atau memang benar, rasanya semua orang berubah menjadi komentator. Bahkan orang macam saya yang notabenenya cuma kriuk-kriuk gorengan dengan mudahnya mengkritik dan menghina presiden. Presiden loh!! Presiden!! orang nomor 1 di negara Indonesia. Eh wait, mengkritik boleh deng, tapi tidak dengan menghina. Tapi bukan saya. Sekilas tadi saya melihat di timeline FB, makanya saya bahas disini.

Bukan cuma itu, yang bikin saya mengernyitkan dahi adalah terlalu banyak berita hoax. Nah, ini sih penyakit kebanyakan warga Indonesia, cuma karena banyak likes dan comment kemudian mereka turut share tanpa tabayyun dulu. Yang lebih parahnya setelah itu mereka terprovokasi dan jadilah mereka perang di kolom komentar. Dan saya? jadi males buka facebook.

Entah dari mana awalnya? keadaan tak mengenakkan ini saya rasakan semenjak seorang pejabat negara sebut saja si A. Dengan lantang dan berani berpidato bahwa menurut Beliau "Kita jangan mau dibohongi dengan Almaidah" (cmiiw). Sontak saja Umat Muslim yang merasa kitab sucinya dihina tersulut emosinya. Merasa Pemerintah tidak melakukan penindakan tegas atas kejadian itu, jadilah Umat Muslim melaksanakan aksi 411. Hari itu Umat Muslim Indonesia meminta Pemerintah untuk menindak segera si A dengan dugaan penistaan agama. Namun hukum yang berjalan tidak memuaskan Umat Muslim. Akhirnya Umat Muslim kembali melakukan aksi di pusat Kota Jakarta, yakni aksi 212, ribuan bahkan mungkin ratusan ribu Umat Muslim turut serta. Merinding saya dibuatnya. I'm a Proud Indonesian Muslim :') Umat yang membela Alquran, kitab yang begitu suci yang Allaah jadikan mukjizat bagi Nabi Muhammad dan pedoman hidup bagi umat manusia.

Belum selesai kasus A, kini muncul lagi pemberitaan mengenai seorang ulama sebut saja HR. Jujur saja saya tidak tahu banyak tentang ulama ini, sepanjang yang saya tahu Beliau adalah ketua umum sebuah ormas Muslim dimana ormas tersebut sering sekali mendapat pemberitaan negatif dari media. Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang ormas itu ataupun HR. Disini yang sangat menggelitik bagi saya adalah saat seorang komedian yang menjadikan HR sebagai bahan kicauan nya di Twitter. Entah apa motifnya? karena niat itu sesungguhnya hanya Allah dan orang tersebut yang tahu. Padahal HR itu seorang alim ulama, seorang pemuka agama, pemimpin agama. Nabi Shalallahu alaihi wa salaam pernah bersabda

"Al'ulamaau wa rasatul anbiyaa" - Ulama adalah pewaris Nabi (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu'anhu).
Apakah pantas menghina seorang ulama? Yakin banget kalo amalan situ lebih baik dari ulama itu? dan yang bikin sedih lagi komedian itu seorang Muslim. Kalo saya jadi dia sih, saya malah malu. Saya lebih muda tapi gak melakukan apa-apa untuk agama saya. Saya malu apa yang akan saya jawab di akhirat saat Allah tanya apa yang sudah saya lakukan untuk agama saya.

Hampir di semua medsos yang saya miliki, muncul beritanya. Gak jarang juga saya baca-baca komentar netizen. Ada yang kasih semangat, ada yang mencibir tapi tetap sopan dan gak sedikit juga yang men-judge kelakuannya kemudian berkomentar pedas. Dan yang komentar itu netizen yang muslim. Sedih ya? Iya. Saya pernah mendengar kajian Ust. Dr. Khalid Basalamah MA. Saya lupa tema nya tentang apa tapi yang saya ingat dan melekat di otak saya yaitu tentang mendoakan orang lain. Kata Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam "tidak ada seseorang yang mendoakan saudara muslim lainnya kecuali di atas kepalanya malaikat akan berkata"

"Walaka Misluhu Walaka Mislu" engkau akan dapat yang sama, engkau akan dapat yang sama - (HR Muslim No.2733, Abu Daud No. 1534, Ibnu Majah No. 2895, dan Ahmad No. 21708)
Nah lo. Jleb ya, saya sering banget nih nyinyir (buka aib). Coba bayangin kalo kita doain orang lain yang jelek-jelek, maka sudah pasti kita akan di doakan malaikat dapat hal yang sama. Sedangkan doa kita untuk orang itu belum tentu terkabul. Hikmahnya saya jadi sering deh doain yang baik-baik buat orang lain.

Indonesia damai bisa dimulai dari diri kita. Berkomentar seperlunya misalnya, dan tabayyun dulu sebelum share informasi. Saya selaku kriuk-kriuk gorengan yang gak ngerti apa-apa tentang politik apalagi problema negara ini. Cuma bisa doa sama Allah untuk kebaikan negara ini. Oh ya, satu lagi. Semoga media Indonesia semakin fair ya, pemberitaan nya bener-bener murni, tanpa provokasi dan asli (tidak dibuat-buat). Karena media juga menjadi pemicu keadaan seperti ini (ini imho ya).

Oh ya ada lagi, actually agama mengajarkan kita untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Jangan tiru saya yang gak ngerti apa-apa tentang politik ini. Padahal kita harus tahu supaya gak mudah dibodohi.

Sama-sama belajar yuk
Sama-sama doa yuk buat Indonesia, Al-fatihaah.

Nb : Kalo ada kata-kata atau sesuatu yang salah mohon di beritahu, kalo tidak sependapat mohon maaf yaa. InshaAllaah hanya ingin mengingatkan kebaikan.
Share:
Read More

Friday, 13 January 2017

,

Bersyukur


Sering sekali merasa -da saya mah apa atuh- saat melihat kehidupan teman-teman saya. Padahal saya tidak pernah tahu seberapa keras usahanya, seberapa khusyu sholat dan doanya, sebarapa banyak sedekahnya teman-teman saya, yang membuat saya merasa -da saya mah apa atuh. Ada lagi hal yang membuat saya gemas setengah mati, saat melihat teman-teman yang menurut definisi saya -hidupnya bahagia- tapi isi medsosnya keluhan, seolah-olah hidupnya adalah yang terburuk. Mungkin definisi bahagianya tidak sesederhana saya. Ah, tapi itu bukan tolak ukur yang membuat kita harus mengeluh. Pointnya adalah bersyukur, kalo kata Bang Feri di sinetron PPT 6 
Formulanya orang islam itu cuma dua. Senang bersyukur, susah bersabar
Setan menggoda manusia dari berbagai sisi. Sekali saja kita lengah, habis lah kita masuk dalam perangkapnya. Godaannya sebelas-duabelas sama godaan mantan ngajak balikan. Jadi hati-hati sama yang namanya mantan hehe. Lebih hebat lagi kalau tidak punya mantan.

Ternyata secara tidak sadar, setan -pelit bersyukur- sedang menggoda saya. Bagaimana bisa saya merasa -da saya mah apa atuh- padahal setahun terakhir ini Allah karuniakan saya dengan kesehatan, Allah alirkan rezeki dari berbagai sumber. Tidak pernah saya merasa kekurangan sehingga harus merepotkan kedua orang tua saya. Meskipun segala keinginan saya belum Allah kabulkan, bukankah Allah yang paling tahu tentang hambaNya. Hal yang saya sukai (ingini) belum tentu baik untuk saya begitupun sebaliknya [2: 216]. Pokoknya Allah Maha Tahu.
Share:
Read More

Friday, 6 January 2017

Perjalanan Ke Riau (2) : Drama Bandara

18 Desember 2015

Hari itu cuaca depok cukup cerah, bahkan bisa dibilang panas. Saya dan Opi (sahabat saya sewaktu kuliah) bersiap menuju Bandara Soetta. Oh ya, saya sengaja mengajaknya karena kebetulan saat briefing saya satu tim dengan 3 orang laki-laki. Sempat ragu sih, karena sejujurnya dari hati yang terdalam menolak keras untuk pergi dengan non-mahrom apalagi dengan jarak sejauh itu. Namun, Qadarullah salah satu dari tim kami tidak bisa berangkat karena masih ada UAS. Akhirnya dengan sigap saya mengusulkan satu nama padahal saat itu saya belum tahu apakah Opi bersedia/diizinkan ikut atau tidak haha pokoknya dengan pede saya usulkan namanya. Alhamdulillah Approved!

Dengan nomor penerbangan GA-178, tim kami dijadwalkan take off pukul 16.05. Akhirnya fix lah 4 nama diusulkan berangkat untuk menjadi delegasi RIAU

1. Saya
2. Rosikha (Opi)
3. Wahyu (Wawa)
4. Pak Ehu

15.30 saya dan Opi masih berada di taksi dan baru saja keluar jalur perimeter. Sampai di terminal 1 macet, dan kami membuat janji bertemu pukul 15.30 di terminal 2F. Niatnya masuk gate bareng, ternyata  kami berempat harus menelan kenyataan pahit, terjebak macet. Sepanjang kemacetan saya dan Opi hanya berdzikir berharap ada keajaiban, pesawatnya delay. Tapi kemungkinan nya kecil melihat langit yang begitu cerah (biasanya penyebab delay adalah cuaca haha sungguh sok tau). Bagi Allah gak ada yang gak mungkin, hati ini tetap yakin kalau Allah akan menolong kami. 

16.00 sampai di terminal 2F, saya cuma bengong-bengong di antara keramaian. Bingung harus masuk lewat pintu mana? Haha please jangan tertawakan kenorak-an saya ini. Saya segera menghubungi tim saya yang lain, Wawa ternyata masih terjebak macet dan baru keluar tol, sedangkan Pak Ehu masih di jakarta. Saya panik bukan main. Bukan apa-apa sih, masalahnya adalah biaya pesawat di tanggung oleh yang punya acara, sedangkan keterlambatan ini disebabkan oleh diri kami sendiri yang kurang tepat perhitungan nya. Saat di taksi saya sempat browsing prosedur memundurkan jadwal penerbangan. Bisa sih, tapi kami diharuskan membayar lagi 70%. Wawa mencoba menenangkan saya katanya masih ada waktu 5 menit, kejar!

Ini bukan kali pertamanya saya naik pesawat, tapi terakhir kali saya pergi dengan pesawat adalah kelas 5 SD haha dan Opi ini pertama kalinya untuk dia. Jadi saya mau kasih tutorial buat pemula atau orang-orang yang pertama kali naik pesawat, biar gak norak-norak banget kayak saya. Ehe

Langkah pertama saat kamu tiba di Bandara adalah pastikan kamu sampai di Bandara yang tepat. Jika Bandara yang akan kamu singgahi memiliki banyak terminal, jangan malas untuk Googling dulu. Biasanya Bandara yang memiliki banyak terminal adalah Bandara-Bandara International. Tapi tenang biasanya saat kamu memesan tiket penerbangan sudah ada keterangan Terminal dan Gate yang harus kamu datangi. Setelah tahu terminalnya kamu bisa langsung cari counter check in sesuai maskapai penerbangan nya. Atau cari praktis check in langsung dirumah melalui website maskapai penerbangan mu haha. Ini antisipasi kalo-kalo kamu khawatir berangkat ketelatan. Setelah itu masuk Gate dan tinggal menunggu keberangkatan.

Beruntungnya sebelum berangkat saya sudah check in dan print out boarding pass, jadilah saya tidak harus check in di counter. Boro-boro deh punya boarding pass kece buat di foto ala-ala, boarding pass kami hanya selembar kertas HVS haha. Akhirnya kami tiba di gate F7, segera saya tanya petugas sekitar apakah pesawat dengan nomor penerbangan tersebut sudah berangkat? ternyata DELAY! Alhamdulillah, Allaah memang sesuai prasangka hambanya. Senengnya bukan main, segera saya hubungi Wawa dan meminta nya untuk naik ojek agar tiba tepat waktu.


*boarding pass dari kertas hvs*

17.15 pesawat take off. Saya, Wawa dan Opi terpaksa berangkat meninggalkan Pak Ehu. Mau tidak mau beliau ikut penerbangan selanjutnya pukul 19.00. 

PEKANBARU

Sesampainya di pekan tim kami mencari penginapan untuk 1 malam. Ceritanya mumpung dikasih budget 500k/night untuk hotel, kami dengan sok meminta supir taksi mengantar ke hotel bintang 4 hihi ya kapan lagi nginep hotel bintang 4 gratisan wkwk. Daaan ternyata beberapa hotel yang kami datangi full booked huhu kami sempat ke Hotel Pangerang, Hotel Grand Tjokro dan beberapa hotel bintang 3 full semua, mungkin karena esok weekend. And finally we get the hotel, Gaja Hotel. Not really bad, 2 stars hotel and still near Bandara. Ini penampakan nya 




*pic source: from google*

Rate nya sekitar 300-400k/night, kami ambil dua kamar jenis twin room. Sampai dikamar saya dan Opi istirahat sebentar dan pukul 9 tim kami makan malam bersama di warung seafood depan hotel. Hari yang menegangkan sekaligus menyenangkan.


* We-fie pertama kami menuju pekanbaru *

Share:
Read More
Powered by Blogger.