Ada yang sedang rindu Indonesia damai?
Iya, sama. Saya juga.
Kali ini bukan mau bahas politik, apalagi pilgub Jakarta. Karena saya enggak milih paslon 1,2 atau pun 3 yang lagi ramai dan heboh dibicarakan netizen. Bukan karena saya netral, Eum bukan. Karena saya warga Tangerang jadinya saya enggak ikut pilgub DKI. Ehe Ehe.
Indonesia lagi memanas belakangan ini, bukan karena cuacanya tapi keadaannya. Jika boleh di spesifikan lagi, Umat Muslim Indonesia yang lagi sensitive berat. Kalo kata anak gaul masa kini sih "Senggol bacok" berani nyenggol dikit harus siap jadi sensasi, siap nerima komentar netizen yang pedasnya macam gado-gado karet 2, dan siap jadi seleb di akun hosyip paling hitz se-Instagram yaitu @lambe_turah wkwk. Oops, tenang saya bukan followers nya kok, tapi kadang suka muncul tiba-tiba di explore Instagram saya. (pembelaan)
Kembali ke judul, rasanya gak perlu saya jelaskan, semua warga NKRI pasti merasakan kalo sekarang Indonesia emang lagi gak damai. (Eh, maksudnya bukan perang gitu. Tapi lebih ke kerukunan gitu lah pokoknya.) Entah ini perasaan saya atau memang benar, rasanya semua orang berubah menjadi komentator. Bahkan orang macam saya yang notabenenya cuma kriuk-kriuk gorengan dengan mudahnya mengkritik dan menghina presiden. Presiden loh!! Presiden!! orang nomor 1 di negara Indonesia. Eh wait, mengkritik boleh deng, tapi tidak dengan menghina. Tapi bukan saya. Sekilas tadi saya melihat di timeline FB, makanya saya bahas disini.
Indonesia lagi memanas belakangan ini, bukan karena cuacanya tapi keadaannya. Jika boleh di spesifikan lagi, Umat Muslim Indonesia yang lagi sensitive berat. Kalo kata anak gaul masa kini sih "Senggol bacok" berani nyenggol dikit harus siap jadi sensasi, siap nerima komentar netizen yang pedasnya macam gado-gado karet 2, dan siap jadi seleb di akun hosyip paling hitz se-Instagram yaitu @lambe_turah wkwk. Oops, tenang saya bukan followers nya kok, tapi kadang suka muncul tiba-tiba di explore Instagram saya. (pembelaan)
Kembali ke judul, rasanya gak perlu saya jelaskan, semua warga NKRI pasti merasakan kalo sekarang Indonesia emang lagi gak damai. (Eh, maksudnya bukan perang gitu. Tapi lebih ke kerukunan gitu lah pokoknya.) Entah ini perasaan saya atau memang benar, rasanya semua orang berubah menjadi komentator. Bahkan orang macam saya yang notabenenya cuma kriuk-kriuk gorengan dengan mudahnya mengkritik dan menghina presiden. Presiden loh!! Presiden!! orang nomor 1 di negara Indonesia. Eh wait, mengkritik boleh deng, tapi tidak dengan menghina. Tapi bukan saya. Sekilas tadi saya melihat di timeline FB, makanya saya bahas disini.
Bukan cuma itu, yang bikin saya mengernyitkan dahi adalah terlalu banyak berita hoax. Nah, ini sih penyakit kebanyakan warga Indonesia, cuma karena banyak likes dan comment kemudian mereka turut share tanpa tabayyun dulu. Yang lebih parahnya setelah itu mereka terprovokasi dan jadilah mereka perang di kolom komentar. Dan saya? jadi males buka facebook.
Entah dari mana awalnya? keadaan tak mengenakkan ini saya rasakan semenjak seorang pejabat negara sebut saja si A. Dengan lantang dan berani berpidato bahwa menurut Beliau "Kita jangan mau dibohongi dengan Almaidah" (cmiiw). Sontak saja Umat Muslim yang merasa kitab sucinya dihina tersulut emosinya. Merasa Pemerintah tidak melakukan penindakan tegas atas kejadian itu, jadilah Umat Muslim melaksanakan aksi 411. Hari itu Umat Muslim Indonesia meminta Pemerintah untuk menindak segera si A dengan dugaan penistaan agama. Namun hukum yang berjalan tidak memuaskan Umat Muslim. Akhirnya Umat Muslim kembali melakukan aksi di pusat Kota Jakarta, yakni aksi 212, ribuan bahkan mungkin ratusan ribu Umat Muslim turut serta. Merinding saya dibuatnya. I'm a Proud Indonesian Muslim :') Umat yang membela Alquran, kitab yang begitu suci yang Allaah jadikan mukjizat bagi Nabi Muhammad dan pedoman hidup bagi umat manusia.
Belum selesai kasus A, kini muncul lagi pemberitaan mengenai seorang ulama sebut saja HR. Jujur saja saya tidak tahu banyak tentang ulama ini, sepanjang yang saya tahu Beliau adalah ketua umum sebuah ormas Muslim dimana ormas tersebut sering sekali mendapat pemberitaan negatif dari media. Saya tidak akan membahas panjang lebar tentang ormas itu ataupun HR. Disini yang sangat menggelitik bagi saya adalah saat seorang komedian yang menjadikan HR sebagai bahan kicauan nya di Twitter. Entah apa motifnya? karena niat itu sesungguhnya hanya Allah dan orang tersebut yang tahu. Padahal HR itu seorang alim ulama, seorang pemuka agama, pemimpin agama. Nabi Shalallahu alaihi wa salaam pernah bersabda
"Al'ulamaau wa rasatul anbiyaa" - Ulama adalah pewaris Nabi (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad-Darda radhiallahu'anhu).Apakah pantas menghina seorang ulama? Yakin banget kalo amalan situ lebih baik dari ulama itu? dan yang bikin sedih lagi komedian itu seorang Muslim. Kalo saya jadi dia sih, saya malah malu. Saya lebih muda tapi gak melakukan apa-apa untuk agama saya. Saya malu apa yang akan saya jawab di akhirat saat Allah tanya apa yang sudah saya lakukan untuk agama saya.
Hampir di semua medsos yang saya miliki, muncul beritanya. Gak jarang juga saya baca-baca komentar netizen. Ada yang kasih semangat, ada yang mencibir tapi tetap sopan dan gak sedikit juga yang men-judge kelakuannya kemudian berkomentar pedas. Dan yang komentar itu netizen yang muslim. Sedih ya? Iya. Saya pernah mendengar kajian Ust. Dr. Khalid Basalamah MA. Saya lupa tema nya tentang apa tapi yang saya ingat dan melekat di otak saya yaitu tentang mendoakan orang lain. Kata Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam "tidak ada seseorang yang mendoakan saudara muslim lainnya kecuali di atas kepalanya malaikat akan berkata"
"Walaka Misluhu Walaka Mislu" engkau akan dapat yang sama, engkau akan dapat yang sama - (HR Muslim No.2733, Abu Daud No. 1534, Ibnu Majah No. 2895, dan Ahmad No. 21708)
Nah lo. Jleb ya, saya sering banget nih nyinyir (buka aib). Coba bayangin kalo kita doain orang lain yang jelek-jelek, maka sudah pasti kita akan di doakan malaikat dapat hal yang sama. Sedangkan doa kita untuk orang itu belum tentu terkabul. Hikmahnya saya jadi sering deh doain yang baik-baik buat orang lain.
Indonesia damai bisa dimulai dari diri kita. Berkomentar seperlunya misalnya, dan tabayyun dulu sebelum share informasi. Saya selaku kriuk-kriuk gorengan yang gak ngerti apa-apa tentang politik apalagi problema negara ini. Cuma bisa doa sama Allah untuk kebaikan negara ini. Oh ya, satu lagi. Semoga media Indonesia semakin fair ya, pemberitaan nya bener-bener murni, tanpa provokasi dan asli (tidak dibuat-buat). Karena media juga menjadi pemicu keadaan seperti ini (ini imho ya).
Oh ya ada lagi, actually agama mengajarkan kita untuk mencari ilmu sebanyak-banyaknya. Jangan tiru saya yang gak ngerti apa-apa tentang politik ini. Padahal kita harus tahu supaya gak mudah dibodohi.
Sama-sama belajar yuk
Sama-sama doa yuk buat Indonesia, Al-fatihaah.
Nb : Kalo ada kata-kata atau sesuatu yang salah mohon di beritahu, kalo tidak sependapat mohon maaf yaa. InshaAllaah hanya ingin mengingatkan kebaikan.
Nb : Kalo ada kata-kata atau sesuatu yang salah mohon di beritahu, kalo tidak sependapat mohon maaf yaa. InshaAllaah hanya ingin mengingatkan kebaikan.
0 comments:
Post a Comment