Showing posts with label Menjelajah. Show all posts
Showing posts with label Menjelajah. Show all posts

Friday, 6 January 2017

Perjalanan Ke Riau (2) : Drama Bandara

18 Desember 2015

Hari itu cuaca depok cukup cerah, bahkan bisa dibilang panas. Saya dan Opi (sahabat saya sewaktu kuliah) bersiap menuju Bandara Soetta. Oh ya, saya sengaja mengajaknya karena kebetulan saat briefing saya satu tim dengan 3 orang laki-laki. Sempat ragu sih, karena sejujurnya dari hati yang terdalam menolak keras untuk pergi dengan non-mahrom apalagi dengan jarak sejauh itu. Namun, Qadarullah salah satu dari tim kami tidak bisa berangkat karena masih ada UAS. Akhirnya dengan sigap saya mengusulkan satu nama padahal saat itu saya belum tahu apakah Opi bersedia/diizinkan ikut atau tidak haha pokoknya dengan pede saya usulkan namanya. Alhamdulillah Approved!

Dengan nomor penerbangan GA-178, tim kami dijadwalkan take off pukul 16.05. Akhirnya fix lah 4 nama diusulkan berangkat untuk menjadi delegasi RIAU

1. Saya
2. Rosikha (Opi)
3. Wahyu (Wawa)
4. Pak Ehu

15.30 saya dan Opi masih berada di taksi dan baru saja keluar jalur perimeter. Sampai di terminal 1 macet, dan kami membuat janji bertemu pukul 15.30 di terminal 2F. Niatnya masuk gate bareng, ternyata  kami berempat harus menelan kenyataan pahit, terjebak macet. Sepanjang kemacetan saya dan Opi hanya berdzikir berharap ada keajaiban, pesawatnya delay. Tapi kemungkinan nya kecil melihat langit yang begitu cerah (biasanya penyebab delay adalah cuaca haha sungguh sok tau). Bagi Allah gak ada yang gak mungkin, hati ini tetap yakin kalau Allah akan menolong kami. 

16.00 sampai di terminal 2F, saya cuma bengong-bengong di antara keramaian. Bingung harus masuk lewat pintu mana? Haha please jangan tertawakan kenorak-an saya ini. Saya segera menghubungi tim saya yang lain, Wawa ternyata masih terjebak macet dan baru keluar tol, sedangkan Pak Ehu masih di jakarta. Saya panik bukan main. Bukan apa-apa sih, masalahnya adalah biaya pesawat di tanggung oleh yang punya acara, sedangkan keterlambatan ini disebabkan oleh diri kami sendiri yang kurang tepat perhitungan nya. Saat di taksi saya sempat browsing prosedur memundurkan jadwal penerbangan. Bisa sih, tapi kami diharuskan membayar lagi 70%. Wawa mencoba menenangkan saya katanya masih ada waktu 5 menit, kejar!

Ini bukan kali pertamanya saya naik pesawat, tapi terakhir kali saya pergi dengan pesawat adalah kelas 5 SD haha dan Opi ini pertama kalinya untuk dia. Jadi saya mau kasih tutorial buat pemula atau orang-orang yang pertama kali naik pesawat, biar gak norak-norak banget kayak saya. Ehe

Langkah pertama saat kamu tiba di Bandara adalah pastikan kamu sampai di Bandara yang tepat. Jika Bandara yang akan kamu singgahi memiliki banyak terminal, jangan malas untuk Googling dulu. Biasanya Bandara yang memiliki banyak terminal adalah Bandara-Bandara International. Tapi tenang biasanya saat kamu memesan tiket penerbangan sudah ada keterangan Terminal dan Gate yang harus kamu datangi. Setelah tahu terminalnya kamu bisa langsung cari counter check in sesuai maskapai penerbangan nya. Atau cari praktis check in langsung dirumah melalui website maskapai penerbangan mu haha. Ini antisipasi kalo-kalo kamu khawatir berangkat ketelatan. Setelah itu masuk Gate dan tinggal menunggu keberangkatan.

Beruntungnya sebelum berangkat saya sudah check in dan print out boarding pass, jadilah saya tidak harus check in di counter. Boro-boro deh punya boarding pass kece buat di foto ala-ala, boarding pass kami hanya selembar kertas HVS haha. Akhirnya kami tiba di gate F7, segera saya tanya petugas sekitar apakah pesawat dengan nomor penerbangan tersebut sudah berangkat? ternyata DELAY! Alhamdulillah, Allaah memang sesuai prasangka hambanya. Senengnya bukan main, segera saya hubungi Wawa dan meminta nya untuk naik ojek agar tiba tepat waktu.


*boarding pass dari kertas hvs*

17.15 pesawat take off. Saya, Wawa dan Opi terpaksa berangkat meninggalkan Pak Ehu. Mau tidak mau beliau ikut penerbangan selanjutnya pukul 19.00. 

PEKANBARU

Sesampainya di pekan tim kami mencari penginapan untuk 1 malam. Ceritanya mumpung dikasih budget 500k/night untuk hotel, kami dengan sok meminta supir taksi mengantar ke hotel bintang 4 hihi ya kapan lagi nginep hotel bintang 4 gratisan wkwk. Daaan ternyata beberapa hotel yang kami datangi full booked huhu kami sempat ke Hotel Pangerang, Hotel Grand Tjokro dan beberapa hotel bintang 3 full semua, mungkin karena esok weekend. And finally we get the hotel, Gaja Hotel. Not really bad, 2 stars hotel and still near Bandara. Ini penampakan nya 




*pic source: from google*

Rate nya sekitar 300-400k/night, kami ambil dua kamar jenis twin room. Sampai dikamar saya dan Opi istirahat sebentar dan pukul 9 tim kami makan malam bersama di warung seafood depan hotel. Hari yang menegangkan sekaligus menyenangkan.


* We-fie pertama kami menuju pekanbaru *

Share:
Read More

Sunday, 6 November 2016

Perjalan ke Riau (1) : Bagaimana Bisa?

15 Desember 2015

Ponsel ku berbunyi menandakan pesan masuk. Aku yang sedang sibuk memandangi layar komputer enggan untuk menoleh, bukan saja menoleh melirik pun tidak. Fokus ku sedang tak bisa ku alihkan. 

Line....
Line....
Line....

Dengan nada "Fun Line" ponsel pink kesayangan ku terus berbunyi. Sedikit penasaran tapi tetap tidak menggoyahkan fokus ku. 

Line...

Agh! oke aku kalah, segera ku pause channel youtube yang sedari tadi menjadi fokus ku.

"Hayyy"
"Gengss"
"Kalian ada yang free gak tanggal 18-24 ini"
"Chat gue yaa, please urgent" - Dari Grup <3

Aku yang saat itu notabene nya job seeker dan sudah pasti tidak ada kegiatan selain menunggu panggilan. Dengan sigap jemari ku membalas.

"Gue Dil, guee" sahut ku
"Nomor lo dong, Ve. Gue call ajah"

Setelah ku beri nomor ponsel ku, kemudian 5 detik berselang dia menghubungi ku. Aku menyimak dengan baik, tanpa mencela. Setelahnya Dila memberi penawaran. 

Oh ya, Dila ini kawan ku sewaktu SMA. Kami satu kelas, di kelas X-B dan XI IPA 2. Saat kelas XI, kelas kami sangat kompak, punya nama kelas yang cukup anti mainstream yaitu D'SEX artinya The Second Exact. Meskipun kelas Exact kami bukan anak-anak yang suka belajar. Kami justru menyukai saat-saat perlombaan kelas, dari situlah kami kompak. Dan dari situ jugalah kami bersahabat. Aku-Amanda-Anisa-Dessy-Klarra-Fida-Dila "geng kampak merah" begitulah anak laki-laki di kelas ku menyebut kami. Don't look by the name haha kami nih bukan preman justru kami cewek-cewek dengan beragam talenta. Umm, lebih tepatnya aku memiliki kawan-kawan dengan segudang talenta.

Dila bekerja di perusahaan yang saat itu memiliki kerjasama dengan UI dan Dept.Kominfo. Jadilah, saat itu Dila memberi ku tawaran sebagai freelancer. Tawaran nya sangat menarik, aku diminta untuk menjadi tim mereka yang akan diberangkatkan ke daerah-daerah perbatasan di pinggiran Indonesia. Transport dan penginapan akan di tanggung, aku cukup membawa diriku, pakaian ganti, laptop dan juga keberanian untuk menjelajah saat disana. Ah sepele, pikir ku. Kalo cuma kayak gitu doang sih oke. Saatnya membujuk Bapak & Ibu untuk meminta izin dan restu. Dengan sedikit memaksa dan memberi pengertian akhirnya aku diberi izin berangkat.

"Yaudah boleh pergi, asal jangan di wilayah sengketa. Biasanya kan kalo perbatasan itu banyak sengketa" ucap Mama ku dengan nada khawatir
"Yah, mama. Aku mana tau di tempatin dimana, Aku baru briefing besok. Please bolehin ya? kan lumayan ma, buat pengalaman" aku menjelaskan dengan memasang wajah memohon
"Yaudah deh, tapi harus jaga diri, harus hati-hati"

16 Desember 2015

Wisma Makara UI
Aku sampai disana pukul 17.00 ku pikir aku sudah terlambat karena instruksi sebelumnya kami di haruskan hadir pukul 16.00. Ternyata jam karet jugak he..he..he. Hmm bukan, bukan jam karet sih, saat itu materi briefing masih di siapkan, dan kebetulan beberapa orang yang akan berangkat belum bisa hadir karena sedang UTS. Iya UTS, karena kebanyakan freelancer di ambil dari mahasiswa UI. Hanya segelintir saja orang-orang non-UI, salah satunya aku.

Briefieng akhirnya dimulai pukul 20.00 yaa, begitulah Indonesia. Saat itu panitia langsung melist siapa-siapa saja yang akan berangkat, dan mengelompokan menjadi beberapa tim. Agak takut kalau-kalau aku dapat wilayah timur. Bukan apa-apa sih, hanya saja aku takut salah dalam sikap dan bertutur kata. Seperti yang kita tahu orang-orang timur Indonesia terkenal "galak" nya. Ketakutan itu pun tak berarti karena ternyata aku di tempatkan di Riau. Sebuah provinsi di bagian barat sumatera yang memang dalam 4 tahun terakhir ini sangat ingin ku kunjungi, terutama kota Duri. Alasannya? Rahasia.......
Share:
Read More
Powered by Blogger.