18 Desember 2015
Hari itu cuaca depok cukup cerah, bahkan bisa dibilang panas. Saya dan Opi (sahabat saya sewaktu kuliah) bersiap menuju Bandara Soetta. Oh ya, saya sengaja mengajaknya karena kebetulan saat briefing saya satu tim dengan 3 orang laki-laki. Sempat ragu sih, karena sejujurnya dari hati yang terdalam menolak keras untuk pergi dengan non-mahrom apalagi dengan jarak sejauh itu. Namun, Qadarullah salah satu dari tim kami tidak bisa berangkat karena masih ada UAS. Akhirnya dengan sigap saya mengusulkan satu nama padahal saat itu saya belum tahu apakah Opi bersedia/diizinkan ikut atau tidak haha pokoknya dengan pede saya usulkan namanya. Alhamdulillah Approved!
Dengan nomor penerbangan GA-178, tim kami dijadwalkan take off pukul 16.05. Akhirnya fix lah 4 nama diusulkan berangkat untuk menjadi delegasi RIAU
1. Saya
2. Rosikha (Opi)
3. Wahyu (Wawa)
4. Pak Ehu
1. Saya
2. Rosikha (Opi)
3. Wahyu (Wawa)
4. Pak Ehu
15.30 saya dan Opi masih berada di taksi dan baru saja keluar jalur perimeter. Sampai di terminal 1 macet, dan kami membuat janji bertemu pukul 15.30 di terminal 2F. Niatnya masuk gate bareng, ternyata kami berempat harus menelan kenyataan pahit, terjebak macet. Sepanjang kemacetan saya dan Opi hanya berdzikir berharap ada keajaiban, pesawatnya delay. Tapi kemungkinan nya kecil melihat langit yang begitu cerah (biasanya penyebab delay adalah cuaca haha sungguh sok tau). Bagi Allah gak ada yang gak mungkin, hati ini tetap yakin kalau Allah akan menolong kami.
16.00 sampai di terminal 2F, saya cuma bengong-bengong di antara keramaian. Bingung harus masuk lewat pintu mana? Haha please jangan tertawakan kenorak-an saya ini. Saya segera menghubungi tim saya yang lain, Wawa ternyata masih terjebak macet dan baru keluar tol, sedangkan Pak Ehu masih di jakarta. Saya panik bukan main. Bukan apa-apa sih, masalahnya adalah biaya pesawat di tanggung oleh yang punya acara, sedangkan keterlambatan ini disebabkan oleh diri kami sendiri yang kurang tepat perhitungan nya. Saat di taksi saya sempat browsing prosedur memundurkan jadwal penerbangan. Bisa sih, tapi kami diharuskan membayar lagi 70%. Wawa mencoba menenangkan saya katanya masih ada waktu 5 menit, kejar!
Ini bukan kali pertamanya saya naik pesawat, tapi terakhir kali saya pergi dengan pesawat adalah kelas 5 SD haha dan Opi ini pertama kalinya untuk dia. Jadi saya mau kasih tutorial buat pemula atau orang-orang yang pertama kali naik pesawat, biar gak norak-norak banget kayak saya. Ehe
Langkah pertama saat kamu tiba di Bandara adalah pastikan kamu sampai di Bandara yang tepat. Jika Bandara yang akan kamu singgahi memiliki banyak terminal, jangan malas untuk Googling dulu. Biasanya Bandara yang memiliki banyak terminal adalah Bandara-Bandara International. Tapi tenang biasanya saat kamu memesan tiket penerbangan sudah ada keterangan Terminal dan Gate yang harus kamu datangi. Setelah tahu terminalnya kamu bisa langsung cari counter check in sesuai maskapai penerbangan nya. Atau cari praktis check in langsung dirumah melalui website maskapai penerbangan mu haha. Ini antisipasi kalo-kalo kamu khawatir berangkat ketelatan. Setelah itu masuk Gate dan tinggal menunggu keberangkatan.
Beruntungnya sebelum berangkat saya sudah check in dan print out boarding pass, jadilah saya tidak harus check in di counter. Boro-boro deh punya boarding pass kece buat di foto ala-ala, boarding pass kami hanya selembar kertas HVS haha. Akhirnya kami tiba di gate F7, segera saya tanya petugas sekitar apakah pesawat dengan nomor penerbangan tersebut sudah berangkat? ternyata DELAY! Alhamdulillah, Allaah memang sesuai prasangka hambanya. Senengnya bukan main, segera saya hubungi Wawa dan meminta nya untuk naik ojek agar tiba tepat waktu.
Langkah pertama saat kamu tiba di Bandara adalah pastikan kamu sampai di Bandara yang tepat. Jika Bandara yang akan kamu singgahi memiliki banyak terminal, jangan malas untuk Googling dulu. Biasanya Bandara yang memiliki banyak terminal adalah Bandara-Bandara International. Tapi tenang biasanya saat kamu memesan tiket penerbangan sudah ada keterangan Terminal dan Gate yang harus kamu datangi. Setelah tahu terminalnya kamu bisa langsung cari counter check in sesuai maskapai penerbangan nya. Atau cari praktis check in langsung dirumah melalui website maskapai penerbangan mu haha. Ini antisipasi kalo-kalo kamu khawatir berangkat ketelatan. Setelah itu masuk Gate dan tinggal menunggu keberangkatan.
Beruntungnya sebelum berangkat saya sudah check in dan print out boarding pass, jadilah saya tidak harus check in di counter. Boro-boro deh punya boarding pass kece buat di foto ala-ala, boarding pass kami hanya selembar kertas HVS haha. Akhirnya kami tiba di gate F7, segera saya tanya petugas sekitar apakah pesawat dengan nomor penerbangan tersebut sudah berangkat? ternyata DELAY! Alhamdulillah, Allaah memang sesuai prasangka hambanya. Senengnya bukan main, segera saya hubungi Wawa dan meminta nya untuk naik ojek agar tiba tepat waktu.
*boarding pass dari kertas hvs*
17.15 pesawat take off. Saya, Wawa dan Opi terpaksa berangkat meninggalkan Pak Ehu. Mau tidak mau beliau ikut penerbangan selanjutnya pukul 19.00.
PEKANBARU
Sesampainya di pekan tim kami mencari penginapan untuk 1 malam. Ceritanya mumpung dikasih budget 500k/night untuk hotel, kami dengan sok meminta supir taksi mengantar ke hotel bintang 4 hihi ya kapan lagi nginep hotel bintang 4 gratisan wkwk. Daaan ternyata beberapa hotel yang kami datangi full booked huhu kami sempat ke Hotel Pangerang, Hotel Grand Tjokro dan beberapa hotel bintang 3 full semua, mungkin karena esok weekend. And finally we get the hotel, Gaja Hotel. Not really bad, 2 stars hotel and still near Bandara. Ini penampakan nya
*pic source: from google*


