Sudah hampir genap setahun usia pernikahan ku. Hal yang ku takuti (sebelum menikah) dan selalu ku selipkan dalam doa benar-benar terjadi dalam hidup ku.
Menunggu kehadiran titipan Nya.....
Saat masih sendiri, aku selalu meminta "ya Allah, aku ingin setelah menikah nanti Kau langsung berikan aku anak. Aku tidak ingin menunggu lama ya Allah, rasanya aku tak akan sanggup jika aku berada di posisi itu (menunggu hadirnya buah hati)". Nyata nya hingga hari ini, aku masih sanggup menunggu. Kalo dipikir-pikir kenapa aku berdoa begitu ya, padahal aku tahu kalo Allah paling tahu waktu yang terbaik. Sedih rasanya setiap melihat raut wajah kedua orang tua dan mertua ku yang ingin sekali memiliki cucu dari kami. Bukan, aku dan suami ku, bukan anak pertama di keluarga kami. Aku pun sudah punya 3 keponakan, mungkin karena kami tinggal jauh dari orang tua, yang bahkan waktu berkunjung pun 2 bulan sekali. Jadilah setiap kali berkunjung selalu diperlakukan istimewa. Bukan hanya sekedar ucapan, bahkan Bapak mertua ku beberapa kali mengirim pesan teks WhatsApp entah berupa doa agar cepat hamil atau kadang beberapa tips.
Sebulan yang lalu aku terkena musibah, yang menurut ku itu kecerobohan ku juga. Tapi cukup membuat ku sedih dan tepukul. Hari itu, 11 Juli sekitar pukul 10 pagi. Aku meninggalkan kompor dalam keadaan menyala. Aku lupa kalau aku menyalakan kompor. Mungkin ada sekitar 5 menit sampai akhirnya api menyambar minyak di atas wajan/penggorengan/kenceng (i don't know what you name it). Aku panik tapi berusaha tidak panik, api semakin tinggi menyambar wadah centong-centong yang ku gantung di atas kompor. Dengan sigap ku ambil handuk basah dan ku lempar ke arah api itu dan tentu saja apinya menyambar wajahku, minyak goreng pun terciprat ke arah ku. Panas bukan main, alis dan rambut ku bagian depan terbakar sedikit. Aku dibawa ke IGD oleh tetangga ku. Alhamdulillah luka bakarnya tidak parah, dan aku bisa langsung pulang setelah suami ku menjemput. Kejadian itu benar-benar meninggalkan trauma, sejak saat itu sampai sekitar 2 minggu aku tidak masak dan menyentuh kompor. Trauma ceunah. he he
..........
Entah kenapa, akhir-akhir ini aku lebih perasa. Terkadang aku menganggap hanya akulah yang punya masalah, orang lain tidak. Inginnya dimengerti orang lain, tapi tak mau mengerti orang lain. Aku seperti lelah, merasa useless, dan bosan dengan rutinitas ku sebagai IRT. Sering terlintas penyesalan dalam benak ku, kenapa dulu aku nurut suami ku untuk resign kerja, kenapa aku gak berusaha lebih keras meyakinkan beliau kalo aku mampu menjalankan dua peran sekaligus, sebagai istri dan sebagai perempuan bekerja.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, bukannya tidak mencari. Aku berusaha mencari kerja, tapi belum ada hasilnya.
Boleh ya aku mengeluh sebentar?
Saat lulus SMA aku belajar bersungguh-sungguh, semua jalur tes PTN aku ikut. Tapi aku tidak berhasil di tahun pertama. Dan aku harus menunda 1 tahun untuk kuliah. Ditahun kedua aku berhasil lolos ujian SNMPTN Mandiri, itupun benar-benar jalur terakhir disaat aku benar-benar sudah hopeless, sudah pasrah, terserah Allah ajah nasib aku mau gimana? Alhamdulillah saat itu dapat kuliah. Ketika lulus kuliah aku di uji dengan sulitnya mencari pekerjaan, aku menganggur 8 bulan sampai akhirnya aku bekerja di sebuah Lab, itupun hanya 2 bulan. Selanjutnya aku kembali menganggur 8 bulan, saat itu aku juga udah hopeless aku pasrah sampai-sampai aku berdoa "ya gpp ya Allah aku kerja jadi admin juga. Yang penting aku kerja, aku gak mau nganggur" akhirnya benar dapat kerja jadi ADMIN, Alhamdulillah
Lalu, sekarang? aku harus menunggu lagi ya, ya Allah?
Saat kemarin kena musibah aku sedih dan benar-benar terpukul. Aku berharap akan ada episode indah dari Allah dalam hidup aku. Ternyata belum sekarang ya? Mungkin doa ku sedikit, syukur ku kurang banyak, ikhtiar ku tidak giat. Aku mungkin belum pantas, ya Allah kalau begitu aku tidak akan minta semuanya mudah untuk ku dapatkan, aku minta kuatkan aku dan suami ku, ridhoi pernikahan kami. Anugrahkan kami keturunan di waktu yang terbaik menurut Mu. Aku berserah
Cilegon, 23.49 (150819)
menunggu suami pulang kerja

