Sunday, 6 November 2016

Perjalan ke Riau (1) : Bagaimana Bisa?

15 Desember 2015

Ponsel ku berbunyi menandakan pesan masuk. Aku yang sedang sibuk memandangi layar komputer enggan untuk menoleh, bukan saja menoleh melirik pun tidak. Fokus ku sedang tak bisa ku alihkan. 

Line....
Line....
Line....

Dengan nada "Fun Line" ponsel pink kesayangan ku terus berbunyi. Sedikit penasaran tapi tetap tidak menggoyahkan fokus ku. 

Line...

Agh! oke aku kalah, segera ku pause channel youtube yang sedari tadi menjadi fokus ku.

"Hayyy"
"Gengss"
"Kalian ada yang free gak tanggal 18-24 ini"
"Chat gue yaa, please urgent" - Dari Grup <3

Aku yang saat itu notabene nya job seeker dan sudah pasti tidak ada kegiatan selain menunggu panggilan. Dengan sigap jemari ku membalas.

"Gue Dil, guee" sahut ku
"Nomor lo dong, Ve. Gue call ajah"

Setelah ku beri nomor ponsel ku, kemudian 5 detik berselang dia menghubungi ku. Aku menyimak dengan baik, tanpa mencela. Setelahnya Dila memberi penawaran. 

Oh ya, Dila ini kawan ku sewaktu SMA. Kami satu kelas, di kelas X-B dan XI IPA 2. Saat kelas XI, kelas kami sangat kompak, punya nama kelas yang cukup anti mainstream yaitu D'SEX artinya The Second Exact. Meskipun kelas Exact kami bukan anak-anak yang suka belajar. Kami justru menyukai saat-saat perlombaan kelas, dari situlah kami kompak. Dan dari situ jugalah kami bersahabat. Aku-Amanda-Anisa-Dessy-Klarra-Fida-Dila "geng kampak merah" begitulah anak laki-laki di kelas ku menyebut kami. Don't look by the name haha kami nih bukan preman justru kami cewek-cewek dengan beragam talenta. Umm, lebih tepatnya aku memiliki kawan-kawan dengan segudang talenta.

Dila bekerja di perusahaan yang saat itu memiliki kerjasama dengan UI dan Dept.Kominfo. Jadilah, saat itu Dila memberi ku tawaran sebagai freelancer. Tawaran nya sangat menarik, aku diminta untuk menjadi tim mereka yang akan diberangkatkan ke daerah-daerah perbatasan di pinggiran Indonesia. Transport dan penginapan akan di tanggung, aku cukup membawa diriku, pakaian ganti, laptop dan juga keberanian untuk menjelajah saat disana. Ah sepele, pikir ku. Kalo cuma kayak gitu doang sih oke. Saatnya membujuk Bapak & Ibu untuk meminta izin dan restu. Dengan sedikit memaksa dan memberi pengertian akhirnya aku diberi izin berangkat.

"Yaudah boleh pergi, asal jangan di wilayah sengketa. Biasanya kan kalo perbatasan itu banyak sengketa" ucap Mama ku dengan nada khawatir
"Yah, mama. Aku mana tau di tempatin dimana, Aku baru briefing besok. Please bolehin ya? kan lumayan ma, buat pengalaman" aku menjelaskan dengan memasang wajah memohon
"Yaudah deh, tapi harus jaga diri, harus hati-hati"

16 Desember 2015

Wisma Makara UI
Aku sampai disana pukul 17.00 ku pikir aku sudah terlambat karena instruksi sebelumnya kami di haruskan hadir pukul 16.00. Ternyata jam karet jugak he..he..he. Hmm bukan, bukan jam karet sih, saat itu materi briefing masih di siapkan, dan kebetulan beberapa orang yang akan berangkat belum bisa hadir karena sedang UTS. Iya UTS, karena kebanyakan freelancer di ambil dari mahasiswa UI. Hanya segelintir saja orang-orang non-UI, salah satunya aku.

Briefieng akhirnya dimulai pukul 20.00 yaa, begitulah Indonesia. Saat itu panitia langsung melist siapa-siapa saja yang akan berangkat, dan mengelompokan menjadi beberapa tim. Agak takut kalau-kalau aku dapat wilayah timur. Bukan apa-apa sih, hanya saja aku takut salah dalam sikap dan bertutur kata. Seperti yang kita tahu orang-orang timur Indonesia terkenal "galak" nya. Ketakutan itu pun tak berarti karena ternyata aku di tempatkan di Riau. Sebuah provinsi di bagian barat sumatera yang memang dalam 4 tahun terakhir ini sangat ingin ku kunjungi, terutama kota Duri. Alasannya? Rahasia.......
Share:

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.